Teknologi Animasi

Di postingan kali ini saya akan membahas tentang Animasi, Pasti sudah tidak terdengar aneh kan, “Animasi” itu apa?

CA_word_0

Animasi adalah film yang merupakan hasil dari pengolahan gambar tangan sehingga menjadi gambar yang bergerak atau bahasa mudahnya Animasi adalah film yang berasal dari pengolahan gambar tangan sehingga menjadi gambar yang bergerak.

Pada awalnya animasi ini berupa film yang dibuat dari lembaran kertas gambar yang kemudian diputar sehingga muncul efek gambar bergerak. Dengan bantuan komputer dan grafika komputer, pembuatan film animasi menjadi sangat mudah dan cepat.

Pada zaman ini animasi ada beberapa jenis yang berdasarkan teknologi atau teknis pembuatannya, yaitu sebagai berikut:

1. Animasi 2 Dimensi (2D animation)

first-steps-preview
     adalah jenis animasi yang memiliki sifat flat secara visual. Bila dilihat dari teknis pembuatannya terdapat dua cara, yaitu manual dan komputer. teknik animasi manual atau yang biasa disebut dengan cell animation adalah teknik animasi yang paling lama usianya. Teknik animasi ini memungkinan animator untuk membuat gambar pada lembaran celuloid (lembar trasparan) yang berlapis-lapis. karena kemajuan teknologi sekarang animator tidak lagi membuat animasi tradisional ini dengan lembaran celuloid, tapi bisa dengan menggunakan kertas biasa yang nanti akan di pindai (scan) lalu di warna dengan menggunakan komputer.
      Contoh film Animasi 2D yaitu film tom and jerry, atau mickey mouse, donald duck, crayon sinchan, naruto, dll. semua itu dibuat dengan menggunakan teknik manual/tradisional.

2. Animasi 3 Dimensi (3D Animation)

3d-1

     Alasan animasi ini disebut tiga dimensi karena jenis ini memiliki sifat kedalaman/ruang pada objeknya. Secara sepintas kita akan mudah mengenali film animasi dengan jenis tiga dimensi ini. karena bentuknya yang halus, pencahayaan yang lebih rill dan kesan ruang yang lebih terasa. Semua itu bisa dilakukan karena dibantu dengan teknologi komputer masa kini yang sudah canggih. dalam jenis animasi ini objek yang akan dianimasikan bisa dilihat dari semua sudut/sisinya. seperti halnya boneka sungguhan namun objek dibuat secara digital dengan menggunakan software khusus.

Nah untuk contoh film animasi jenis ini pasti sudah akrab didengar. diantaranya yaitu: finding nemo, toy story, shrek, trasformer, dll

3. Animasi Stop Motion (Stop Motion Animation)

1

     Stop Motion adalah teknik animasi yang menggabungkan teknologi fotografi dengan animasi. media yang digunakan bisa bermacam-macam. misalnya boneka, kertas, gambar dikertas, gambar di papan tulis, lilin/malam, dll. semua objek itu bisa dijadikan sebagai objek animasi yang nantinya akan di foto tiap gerakannya. Nah dengan teknik ini kita bisa saja membuat animasi tanpa harus memiliki kemampuan menggambar. Lho kok bisa? bisa saja, kita siapkan saja boneka atau robot-robotan yang kemudian digerakkan sedikit-demi sedikit sambil difoto pergerakan. Dan tentunya dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran tingkat tinggi, seperti halnya jenis animasi lainnya.

Contoh filmnya: shaun the sheep, nightmare before chrismast.

Nah setelah kita mengetahui penjelasan mengenai Animasi, saya akan membahas Film Animasi “Finding Nemo”. Film ini menggunakan Animasi 3 dimensi buatan Amerika Serikat yang meraih penghargaan Academy Award. Dirilis pada 30 Mei 2003 di Kanada dan Amerika Serikat. Pemain utamanya ialah Albert Brooks, Ellen DeGeneres, Alexander Gould, Willem Dafoe, dan masih banyak lagi. Sutradaranya ialah Andrew Stanton. Animasi ini dibuat oleh Pixar, Finding nemo ini adalah Animasi tersukses kedua dari Pixar,

nemo

Di dalam Film Animasi Finding Nemo ini terdapat beberapa prinsip yang termasuk ke dalam 12 prinsip animasi , prinsip-prinsipnya yaitu sebagai berikut:

1. Squash and stretch, Didalam Film Animasi Finding Nemo banyak menggunakan prinsip ini. Contohnya ketika coral terkena tekanan laut dalam, coral tersebut terlihat melentur.

2. Anticipation, Prinsip ini pun banyak dijumpai dalam film Finding Nemo, yaitu pada saat ikan akan berenang, mereka akan menggoyangkan sirip terlebih dahulu. Atau pada saat burung pelican akan terbang dengan mengepakkan sayap terlebih dulu.

3. Staging, Dengan latar lautan sebagai setting dalam film ini dan karakter yang memiliki cirri khas dan menarik, Film ini memiliki prinsip staging yang baik. Scene lautan yang dipakai pun dapat menjelaskan cerita yang ingin disampaikan secara keseluruhan dengan baik.

4. Follow through and overlapping action, Prinsip Follow Through banyak digunakan didalam film animasi Finding Nemo , contohnya ketika ikan yang setelah berenang dia berhenti , tetapi sirip dan ekornya akan bergoyang ketika si ikan berhenti. Efek ini memang layaknya seperti ikan nyata yang berenang dalam air.

5. Ease in and Ease out, Jelas terdapat prinsip ini dalam film Finding Nemo, contohnya adalah saat karakter yang ada (ikan, burung pelican, penyu dll.) berhenti melakukan gerakan akan melambat ataupun sebaliknya.

6. Arcs, Prinsip ini lumayan banyak terdapat dalam film ini. Misalnya saat pelican berebut ikan, akan terdapat scene dimana ikan terlempar dan melengkung.

7. Secondary action, Untuk memperjelas gerakan makhluk yang terdapat dalam film ini semakin nyata, prinsip inilah yang digunakan di dalamnya. Misalnya saat ikan berenang, agar terlihat seperti sedang berenang, tidak hanya melayang-layang di air, ikan tersebut akan menggerak-gerakkan ekor dan siripnya. Begitupun dengan makhluk-makhluk lain yang ada di dalamnya.

8. Timing, Didalam film animasi Finding Nemo juga menggunakan prinsip Timing. Timing adalah tentang menentukan waktu kapan sebuah gerakan harus dilakukan. Seorang animator harus mampu membuat perkiraan waktu dari sebuah adegan sehingga adegan/gerakan yang di buatnya mampu memberikan kesan yang nyata.

9. Exaggeration, adalah prinsip yang membuat gambar dalam suatu aksi menjadi lebih meyakinkan atau lebih terlihat lucu atau melebih-lebihkan. Misalnya saat Marlin dan Dory yang terkejut atau ketakutan. ataupun Bruce yang menangis.

10. Appeal, Karakter yang ada dalam Finding Nemo jujur memiliki cirri khas tersendiri yang melekat dalam ingatan penonton. Dory, ikan periang yang pelupa dan ceroboh, Marlin yang merupakan ayah dari Nemo yang berusaha mengarungi samudera demi mencari anaknya. Dan tentu saja Nemo, ikan badut kecil yang memiliki semangat dan pemikiran yang pantang menyerah dan pemberani. Bahkan karakter lain dalam film ini pun banyak yang menarik, misalnya Bruce , hiu dengan sosok yang besar dan horror , Squirt dan Crush si keluarga penyu, atau bahkan si gurita kecil berwarna pink yang lucu Peach.

 

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *